Kamus Warisan







Cerita kedua dari saya hari ini adalah tentang sebuah kamus bahasa Inggris yang diturunkan oleh Ayah saya. Tentu saja ini bukan kamus biasa. Kamus ini telah setia menemani masa SMA dan perkuliahan Ayah saya. Jadi kamus ini telah berumur lebih kurang 27 tahun! 

Semasa sekolah dasar, saya suka sekali menghadiri bazaar buku. Selain mencari buku peribahasa, RPUL atau buku cerita, satu buku yang tidak bioleh ketinggalan untuk dibeli adalah kamus bahasa Inggris. Saya juga tidak tahu kenapa saya sangat suka membeli kamus itu. Saya sudah pernah mengoleksi kamus bahasa Inggris yang di sampulnya tertera “1 Milyar” kata atau bahkan sampai “2 Milyar” kata. Memang yang saya beli bukanlah kamus bagus dan mahal seperti kamus Oxford atau kamus Merriam Webster, tapi yang penting ilmunya bukan? Yah walaupun tidak lengkap, paling tidak saat itu kamus murah yang saya beli cukup untuk membantu saya dalam mata pelajaran bahasa Inggris.
Seiring berjalannya waktu, ternyata kamus murah saya sudah tidak mampu membantu saya lagi. Saya butuh yang lebih lengkap di masa sekolah saya yang menginjak jenjang SMP itu. Pada saat itu saya menanyakan pada Ayah saya untuk membelikan saya kamus bahasa Inggris yang baru dan lebih lengkap. Namun Ayah saya malah memberikan kamus tebal yang sudah menguning di setiap halamannya dan sedikit sobek di bagian punggung bukunya. Aroma apek menguar ketika saya membuka kamus itu. Di halaman pertama, ada tanda tangan Ayah saya dengan bolpoin glitter warna silver yang sudah memudar.

Ayah saya menjelaskan bahwa kamus ini bukan kamus murahan. Lihat saja penulisnya, kata Ayah saya. Jujur saja saya tidak tahu siapa itu John M. Echols, tapi sepertinya ini adalah kamus bagus dan mahal pada jamannya dulu. Setelah saya pakai, ternyata kamus ini lengkap sekali! Sering kali saat pelajaran bahasa Inggris, guru saya menyuruh untuk mencari arti dari sebuah kata, dan saya lah yang selalu menemukannya sementara di kamus lain tidak tercantum. Dari sini, saya selalu memakainya.

Saat saya SMA, guru bahasa Inggris saya sangat disiplin dan mengharuskan semua siswa-nya membawa kamus yang benar-benar kamus. Bukan kamus 2 Milyar kata dan sekecil buku saku Pramuka. Tentu saja saya membawa kamus kesayangan saya ini. Namun lama-kelamaan, kamus ini semakin mengenaskan. Dia sudah terlalu tua dan saya tidak merawatnya dengan baik. Ujung-ujung sampulnya sudah belipat-lipat dan mengelupas, punggung bukunya sudah retak-retak dan sobek besar. Dan yang paling parah; sampul depannya sudah tinggal beberapa senti lagi lepas. Jadilah saya merawat kamus ini agar tampak lebih sehat. Dengan bermodalkan lakban hitam, saya berkreasi menambal sobekan besar di kedua sisinya dan berharap agar awet. 

Beruntungnya, sampai kini saya sudah menjadi mahasiswi Sastra Inggris, kamus ini masih setia menemani saya. Dia sudah tua dan mungkin terlihat kepayahan untuk dibawa kemana-mana, namun saya akan selalu menggunakannya dan akan merawatnya. Dia sudah berjasa banyak bagi Ayah saya dan saya sendiri :)

This entry was posted in . Bookmark the permalink.

Leave a Reply