Sweater Kesayangan!
Hari ketiga Cerita
Dari Kamar.
Semua orang pasti mempunyai satu benda kesayangan kan? Yang
selalu menemaninya sepanjang waktu dari waktu ke waktu. Entah itu guling,
bantal, boneka, baju atau apalah. Nah, saya juga mempunyai satu benda
kesayangan yang selalu saya menemani saya, terutama di cuaca dingin seperti ini.
Benda itu adalah sebuah sweater
kebesaran yang lumayan tebal dan bermotif boneka beruang. Sweater ini mempunyai dua sisi –luar dan dalam— yang bisa dipakai
bolak-balik. Saya sendiri kurang yakin mana yang sisi luar dan mana yang sisi
dalam. Salah satu sisi berwarna putih tulang dan bermotif boneka beruang
kecil-kecil, sisi yang lain berwarna abu-abu dan ada gambar boneka beruang
besar di tengahnya.
Saya mendapatkan sweater
ini pada saat saya masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar. Bayangkan, saya
sudah memakainya selama 10 tahun!! Satu hal yang paling saya kagumi adalah; sweater ini masih bisa dipakai. Sweater ini masih kebesaran seperti awal
saya memakainya, hanya saja lengan saya sudah bertumbuh panjang hingga sweater ini menyisakan seperempat lengan
saya yang tidak tertutup.
Tak pernah dalam satu minggu saya tidak memakainya sama
sekali, saya memakainya saat hendak tidur. Sudah menjadi kebiasaan saya sejak
kecil untuk tidur memakai baju hangat. Terkadang saya memakainya satu minggu
penuh bahkan lebih. Saya tidak peduli baunya yang menjadi agak asem atau apek,
yang penting saya tidur nyenyak karenanya.
Karena sudah bertahun-tahun dipakai terus, sweater ini pun mulai rusak. Bagian
lehernya sudah sobek besar dan jahitan di ujung lengan pun sudah lepas. Tak
ketinggalan lubang-lubang yang semakin lama semakin bertambah. Ibu saya sudah
sering menyuruh saya untuk tidak memakainya lagi, karena memang tampilannya
sudah tak layak pakai. Tapi, hey, saya hanya memakainya saat hendak tidur.
Memangnya siapa yang akan memperhatikan baju tidurku? Apa mereka akan menilaiku
dari baju apa yang kukenakan saat tidur? Aku sayang sweater ini, sampai kapanpun aku tidak akan membuangnya. Akan
kupakai terus sampai akhirnya aku-lah yang memutuskan kapan sweater ini harus istirahat dan pension dari
tugasnya untuk melindungiku dari dingin atau menemani aku tidur. Bertahanlah sweater-ku, kita sudah melangkah sejauh
ini bersama-sama :’)
