Celengan Bobo
Hari ketujuh Cerita
Dari Kamar
Menabung bukan perkara gampang bagi sebagian orang, apalagi
bagi mereka yang cenderung boros. Yah contohnya saja, saya. Bagi saya, menabung
adalah bakat mulia yang tidak saya miliki. Menabung itu rasanya seperti puasa,
menahan hawa nafsu. Ya, hawa nafsu untuk membeli makanan/minuman dan juga hawa
nafsu untuk membeli barang yang kita inginkan. Saya merasakan menabung adalah
hal yang lumayan berat. Apalagi saya adalah tipe orang yang mudah terpengaruh
dan tersihir oleh iklan. Loh kok iklan? Iya, iklan produk makanan baru misalnya.
Atau juga promosi yang ada di mall-mall.
Tapi saya sangat ingin bisa menabung, dan impian saya adalah
menabung hingga jutaan rupiah. Apa daya, ratusan ribu pun sudah usaha yang
paling maksimal. Sedih sekali. Akhirnya pada saat saya duduk di bangku sekolah
dasar, ibu saya mencoba membelikan saya celengan berbentuk ayam yang terbuat
dari tanah liat. Namun saya tetap tidak bisa menabung, dengan alasan ; saya tidak
bisa memantau sudah sebanyak apa uang saya di dalamnya, dan juga saya tidak
bisa mengambil sebagian sewaktu-waktu.
Pada saat saya masih di sekolah dasar, Ayah saya
berlangganan majalah Bobo untuk saya. Sehingga satu waktu, majalah yang dating kerumah
waktu itu memiliki hadiah khusus. Hadiahnya adalah sebuah celengan
bongkar-pasang! Dengan antusias sekali saya membuka bungkusan itu dan
merangkainya. Voila! Jadilah celengan berukuran kecil dengan gambar Bobo di
sepanjang sisinya. Satu hal yang saya senangi adalah; celengan ini bisa
dibuka-tutup sesuka hati saya! Jadi saya tidak harus merusaknya untuk mengambil
sebagian uangnya. Benar-benar licik sekali saya saat itu.
Di luar dugaan, ternyata saya justru rajin menabung sejak
ada celengan Bobo ini. Yah meskipun satu minggu sekali saya mengecek isinya;
sudah sebanyak apa saya menabung. Dan saya sangat senang saat setelah beberapa
bulan saya bisa membeli sepatu baru dengan jerih payah saya sendiri :’)
Sampai saat ini celengan ini masih ada di meja belajar saya,
namun isinya bukan lagi uang melainkan tiket Timezone selama satu tahun ini.
Dia sudah tergantikan dengan yang baru dan yang lebih bagus, namun semoga niat
menabung saya tidak akan berkurang :)
