Jelly Bracelets
Ini cerita pertamaku dalam rangkaian Cerita Dari Kamar, tentang Jelly Bracelets. Kenapa harus gelang jelly ? Hmm sebenarnya gelang ini menyimpan sedikit cerita dari seseorang yang pernah aku sayang. Waktu masih SMA, Jelly Bracelets ini sempat booming dikalangan remaja, warnanya yang macam-macam dan dengan bentuk yang lucu-lucu. Waktu itu aku membeli 2 bungkus gelang yang masing-masing berisi 5 buah dengan bentuk anjing dan kucing. Aku selalu memakainya setiap hari.
Di kelas teman-teman pada tanya "Ih lucu deh, beli dimana?" dan karena gelang yang aku pakai terlihat banyak mereka-pun minta beberapa. Jadilah gelang aku tinggal 4 buah. Di sela-sela pelajaran, dia (cowok yang aku suka waktu itu) bergabung di mejaku yang sudah ramai bergosip sambil makan gorengan yang kami beli di kantin.
"Ini gelang apa sih?" tanya dia.
"Jelly bracelets. Kuper amat deeeeh." kataku sambil melepas salah satu gelang dari tangan kiriku.
"Nih bentuknya anjing, lucu kan?"
"Liat yang biru juga dong." pintanya sambil memasang gelang pink yang barusan aku tunjukkan ke tangannya.
"Hih, sejak kapan kamu jadi doyan gelang cewek?" tanyaku sambil memasang mimik muka heran.
"Halah wes talah. Haha." dia memasang gelang yang berwarna pink dan biru itu ke tangan kanannya.
"Loh kok dipake?" tanyaku.
"Pinjem dulu hehe." aku tidak tahu apa yang salah dengan kepalanya sampai dia pinjam gelang warna pink dan biru punyaku, itu kan gelang cewek?
Yah karena setelah berhari-hari dia tidak mengembalikan gelang itu, aku merelakan sajalah. Yang penting dia pakai barang yang aku kasih hehe. Tapi besoknya, dia mengembalikan gelang itu. Entah kenapa, mungkin pacarnya tidak membolehkannya atau apalah (yes you're right I'm in love with somebody's boyfriend).
Kebetulan waktu itu aku sedang tidak memakai gelang apapun, jadi aku langsung memasangnya di tangan kiriku. Ada yang aneh, selain warnanya yang agak pudar, ada aroma yang familiar. Aku mengendus-endus pergelangan tanganku dan juga lengan jaketku. Aku hafal aroma ini...
Aku mengetik pesan singkat dan kukirim ke nomornya.
"Gelangku kamu apain? Kok wangi?"
Beberapa menit kemudian ada balasan.
"Iya aku kasih parfumku hehe."
Oh, pantas saja. Aku tersenyum sambil menempelkan hidungku ke kedua gelangku itu. Axe Chocolate.
Sejak saat itu aku menyimpannya.
Sekarang sudah 2 tahun sejak aku memutuskan untuk melupakannya, mungkin perasaan itu sudah lama hilang... tapi sulit untuk tidak bernostalgia setiap hidung ini menghirup aroma chocolate yang pernah menghadirkan banyak kenangan.
