Di antara Tetesan Hujan
Hai kamu ,
bagaimana harimu ?
apakah semendung awan sore ini ?
aku harap tidak..
Semoga tulisan ini membuatmu tersenyum
dan ingat padaku yang menyayangmu
Sore ini udaranya lumayan dingin
Hujan sedang mengguyur deras diluar
Suara gemuruh hujan dari jendela kamar menjadi suara latar di kepalaku
Potongan-potongan adegan kita bersama menjadi film yang sedang diputar di kepalaku
Dengan gambar wajahmu yang mendominasi setiap adegan
Keempat sisi dinding kamar menjadi saksi bisu rindu ini
Diterangi lampu temaram yang menggantung diatas kepalaku
Sembari sesekali memandang tetesan hujan yang membasahi jendela
Disinilah aku , terbaring memejamkan mata dan menikmati film pendek di kepalaku
Kamu, aku .
Film pendek dengan potongan adegan yang acak
Yang senentiasa kuputar kembali berkali-kali saat aku rindu
Aku benci bagaimana hujan bisa membuat rindu terasa sepuluh kali lebih berat
Aku benci bagaimana aku merindukan kedua tanganmu untuk memeluk
Aku benci bagaimana aku merindukan kedua matamu untuk kupandang
Ah , hujan...
Apa kau selalu membuat orang lain juga merindu seperti ini ?
Apa aku harus berdiri diantara tetes-tetesmu dan berharap rinduku akan terhapus ?
Ah , hujan...
Aku hanya ingin bertemu dengannya
Menikmatimu dengannya
Merasakan tiap tetesmu dengannya
Dan membiarkanmu membasahi kami berdua
Kami akan menari di antara tetes-tetesmu dan bernyanyi
Hujan dan kamu...dan kita , yang aku mau .