Apa kabar masa lalu ?
Banyak alasan yang tak dapat diucap dibalik tulisan ini..
Hanya saja, tangan ini adalah saksi bisu dari apa yang telah kutulis diatas puluhan lembar kertas tentangmu..
yang hanya dapat dibaca oleh sang penulis ini sendiri.
Hanya saja tangan ini tak rela, karena apa yang telah ditulisnya tak dapat dibaca oleh siapapun kecuali kedua mata sang pemilik tangan.
Tidak bagi pemilik nama yang sering disebut…tidak untuk siapapun..
Hai masa laluku..
Ada banyak puisi tercipta untukmu,
yang takkan mungkin bisa aku tunjukkan
Ada puluhan lembar kertas terisi curahan hati tentangmu
Ada banyak namamu yang kutulis di sela-sela buku pelajaranku
yang tentu saja kutulis dalam sandi, agar tidak ada yang mengerti..
Ada banyak coretanmu di buku-buku ku
yang selalu kusimpan rapi
Ada pula puisi buatanmu untukku..
meski kau membuatnya untuk tugas sosiologi ku
Ada banyak potret dirimu yang kuambil diam-diam dari akun jejaring sosial milikmu..
Ada beberapa cerita pendek yang sengaja kubuat untuk menceritakanmu…juga aku
Ada jutaan kenangan tentangmu yang mengisi sel-sel otakku
Dan juga ada bekas luka tak kentara dihatiku…
Hai masa laluku
Pernah ada ribuan tetes air mata yang jatuh karenamu
yang kutahan agar tak terlihat olehmu
Pernah ada kata-kata makian yang terucap dari bibir ini karenamu yang melukai
Ada banyak… banyak sekali yang ingin aku katakan untukmu
Ada ratusan ribu kata yang kini masih tersimpan..
yang harusnya aku ucapkan dengan lantang didepanmu agar luka ini tak membekas
Masa laluku ,
Dirimu pernah menjadi alasan dibalik senyum dan tawa lepasku..
Dirimu pernah menjadi alasan dari semangatku
Dirimu pernah menghangatkanku dikala matahari saja tak cukup mengahangatkan..
dengan kata lain, kamu pernah menjadi matahari di langitku..
Sekarang, disinilah kita…
menjalani serpihan takdir Tuhan, yang dulu kusambut dengan bahagia namun kusesali saat ini
aku harap ini adalah rencana Tuhan yang terakhir untuk kita
tidak akan ada lagi kebetulan-kebetulan yang menempatkan kita bersama pada satu momen
aku bukan lagi aku yang dahulu, waktu telah menempaku sedemikian rupa hingga aku masih berdiri tegak bahkan pantas untuk bahagia…
Sekarang, disinilah aku…
Duduk disampingmu, terpisah jarak oleh kedua bangku kita..
Aku tertawa lepas karena ulahmu dan leluconmu
Sebagian dari dirimu masih sama , masih seperti dirimu yang dulu
Disaat seperti inilah aku merasakan hangat, bukan hangat oleh cinta atau sayang yang kurasakan dulu
namun hangat karena rasa familiar dan sedikit rasa rindu..
rasanya seperti menemukan kembali mainan favoritmu di masa kecil..
penuh dengan kenangan..
namun bagaimanapun juga , tak peduli seberapa rindu dan inginnya kita…
kita sudah tidak memainkan mainan itu lagi , karena kita sudah dewasa dan sudah meninggalkannya di masa lalu :)
Maaf untuk seseorang disana yang mungkin saja membaca tulisan ini , yang mungkin saja membenci tulisan ini.
Tulisan ini tak lebih dari sebuah nostalgia , sayang :)
Hanya saja, tangan ini adalah saksi bisu dari apa yang telah kutulis diatas puluhan lembar kertas tentangmu..
yang hanya dapat dibaca oleh sang penulis ini sendiri.
Hanya saja tangan ini tak rela, karena apa yang telah ditulisnya tak dapat dibaca oleh siapapun kecuali kedua mata sang pemilik tangan.
Tidak bagi pemilik nama yang sering disebut…tidak untuk siapapun..
Hai masa laluku..
Ada banyak puisi tercipta untukmu,
yang takkan mungkin bisa aku tunjukkan
Ada puluhan lembar kertas terisi curahan hati tentangmu
Ada banyak namamu yang kutulis di sela-sela buku pelajaranku
yang tentu saja kutulis dalam sandi, agar tidak ada yang mengerti..
Ada banyak coretanmu di buku-buku ku
yang selalu kusimpan rapi
Ada pula puisi buatanmu untukku..
meski kau membuatnya untuk tugas sosiologi ku
Ada banyak potret dirimu yang kuambil diam-diam dari akun jejaring sosial milikmu..
Ada beberapa cerita pendek yang sengaja kubuat untuk menceritakanmu…juga aku
Ada jutaan kenangan tentangmu yang mengisi sel-sel otakku
Dan juga ada bekas luka tak kentara dihatiku…
Hai masa laluku
Pernah ada ribuan tetes air mata yang jatuh karenamu
yang kutahan agar tak terlihat olehmu
Pernah ada kata-kata makian yang terucap dari bibir ini karenamu yang melukai
Ada banyak… banyak sekali yang ingin aku katakan untukmu
Ada ratusan ribu kata yang kini masih tersimpan..
yang harusnya aku ucapkan dengan lantang didepanmu agar luka ini tak membekas
Masa laluku ,
Dirimu pernah menjadi alasan dibalik senyum dan tawa lepasku..
Dirimu pernah menjadi alasan dari semangatku
Dirimu pernah menghangatkanku dikala matahari saja tak cukup mengahangatkan..
dengan kata lain, kamu pernah menjadi matahari di langitku..
Sekarang, disinilah kita…
menjalani serpihan takdir Tuhan, yang dulu kusambut dengan bahagia namun kusesali saat ini
aku harap ini adalah rencana Tuhan yang terakhir untuk kita
tidak akan ada lagi kebetulan-kebetulan yang menempatkan kita bersama pada satu momen
aku bukan lagi aku yang dahulu, waktu telah menempaku sedemikian rupa hingga aku masih berdiri tegak bahkan pantas untuk bahagia…
Sekarang, disinilah aku…
Duduk disampingmu, terpisah jarak oleh kedua bangku kita..
Aku tertawa lepas karena ulahmu dan leluconmu
Sebagian dari dirimu masih sama , masih seperti dirimu yang dulu
Disaat seperti inilah aku merasakan hangat, bukan hangat oleh cinta atau sayang yang kurasakan dulu
namun hangat karena rasa familiar dan sedikit rasa rindu..
rasanya seperti menemukan kembali mainan favoritmu di masa kecil..
penuh dengan kenangan..
namun bagaimanapun juga , tak peduli seberapa rindu dan inginnya kita…
kita sudah tidak memainkan mainan itu lagi , karena kita sudah dewasa dan sudah meninggalkannya di masa lalu :)
Maaf untuk seseorang disana yang mungkin saja membaca tulisan ini , yang mungkin saja membenci tulisan ini.
Tulisan ini tak lebih dari sebuah nostalgia , sayang :)